Postingan

Kenapa kita harus bersyukur

Kita hidup di dunia bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk orang lain. Beberapa potong kalimat yang pernah kau ucapkan khill. Saya mengagguk, mengerti.
Beberapa waktu lalu, kubaca cerita tentang bagaimana orang-orang berusaha mengeja maksud dari orang-orang sekitanya. Satu dari yang paling berkesan adalah cerita tentang dua orang buta yang berusaha mengerti satu sama lain. Dalam cerita itu diceritakan jika keduanya telah cacat sejak lahir. Mereka adalah suami istri. Katanya lagi, bapaknya adalah orang yang peka, terus ibunya asyik diajak bercanda. Bapaknya rajin mengaji, dan  ibunya pandai bernyanyi... Oleh sebab mereka buta, mereka jatuh cinta lewat suara, tapi tidak saling melepas dalam genggaman. Eits satu lagi, mereka  mengerti dengan saling mendengarkan.. ahh romantis sekali mereka, khill. Meski buta, mereka tahu bagaimana harus mengistimewakan satu sama lain. Mereka bahagia  sekali. Mereka pandai sekali bersyukur.
Saya tidak punya maksud apa-apa dengan menceritakan ini k…

Doa-doa yang dirapel

Selamat datang di tempat persembunyianku, khill. Saya agak latah harus memulai tulisan ini darimana. Bukan karena saya tidak punya ide, bukan. Justru terlalu banyak hal yang mau saya tumpahkan disini dan kau tahu? Semuanya (mungkin) berhubungan denganmu. Bolehkah? Bolehkah seandainya di beberapa tulisan ini, perihalnya ditujukan kepadamu? Kuharap begitu.
Khill, saya ini orangnya melankolis, perasa,  tapi paling tidak bisa menunjukkan secara gamblang. Saya juga lumayan cengeng. Mataku mata kaca, mudah pecah dan berair mata. Jadi, di awal tulisan ini, saya mau kamu mengerti terlebih dahulu. Pasalnya, akan banyak sekali kejadian-kejadian yang akan tertuang disini, harapannya biar kamu paham dulu.
Baiklah khill, sekarang, bagaimana keadaan hatimu ? semoga selalu lebih baik. Khill, kamu perlu tahu, hampir semua orang di dunia ini punya doa. Entah untuk dirinya sendiri, maupun untuk orang lain. Sebagian berdoa agar selalu di berikan kekuatan untuk menjaga yang telah dimiliki, selebihnya lag…

Surat Terakhir

Rey, ini surat terakhir. Setelah ku selami beberapa hal,saat kutulis ini,  rupanya saya telah benar-benar bisa melupakanmu. Beberapa orang terdekatku  saat ini telah menyadarkan banyak hal. Termasuk cara berhenti menyayangimu. Kau tahu, setelah kau, banyak sekali yang datang, meski belum pernah ku temukan yang seperti kau dulu. Penuh kejutan dan selalu tahu cara menyikapi sikapku yang kadang kekanak-kanakan, romantic, dan ahh banyak sekali hal lainnya.Oiya, saya harus menghapus semua rekamnmu di HP saya, itu lebih baik.  
Dan...  Dan satu hal yang mau saya tekankan sekali lagi disini adalah… saya Berhasil menyimpanmu di nama ke sekian di daftar prioritasku. Jadi, kau sebenarnya tidak benar-benar lenyap. Hanya saja, saya harus tahu kapan harus berhenti. Dan sekarang adalah waktu yang paling tepat. Terimakasih atas semuanya, mari menjadi teman seperti dulu.. waktu pertama kali kita bertemu, 13 tahun yang lalu. Semoga kamu baik-baik saja. Saya bahagia sekarang. Semoga kamu pun begitu. Kita…

Menanti Celengan Harapan

Menghitung mundur...
Rey, besok sudah Desember, itu artinya: beberapa hari lagi menuju penghujung tahun.  KITA atau mungkin AKU (saja) akan segera membuka harapan-harapan yang telah dituliskan pada kertas lusuh dan disimpan rapat-rapat dalam celengan harapan 1 januari lalu.
Barangkali ada harapan yang terwujud, adapula harapan yang masih menunggu, atau mungkin ada harapan yang pupus sama sekali. Entahlah.
Doaku: Semoga hari-hari di akhir tahunmu menyenangkan.

Kau Harusnya Seperti Hujan Saja

Semakin ku coba melupa, semakin kuingat (dengan) jelas.
Rey, rupanya kau belum benar-benar hilang dikelapaku. Bahwa: lebih mudah bagiku mengerjakan soal dengan kerumitan bertingkat-tingkat daripada harus menghapusmu. Mauku: Kau harusnya seperti hujan saja. Mengendap menjadi awan- Terguyur - Menguap - lalu Hilang. Rupanya tidak semudah itu. Saya harus berusaha lebih keras lagi...

Pada Suatu Waktu yang Belum Kita Ketahui

Rey, setelah bertualang jauh sekali, kudapati diriku menyerah atasmu. Selamat bersibuk-sibuk, Sampai jumpa di lain waktu, Semoga kamu baik-baik saja. 
Aku mengenalmu sudah lama sekali, lalu karena beberapa sebab dan tuntutan, kita terpisah jarak. Aku sibuk dengan urusanku, begitupun kau. Pada akhirnya kita saling melupakan. namun waktu rupanya berbaik hati. Ia mempertemukan kita lewat hal-hal yang tidak tertebak, tidak kita sengaja  sama sekali. Darinya itu kupahami, banyak hal yang telah berubah, termasuk hobbi, sikap serta caramu memandang sesuatu. saya cukup terinspirasi pada hatimu. Kau tegar sekali.  itu yang ku tau. . .  Kita bertemu sebentar, lalu berpisah dan berjanji pada suatu waktu yang belum kita ketahui...

Perkenalan

Assalamualaikum Wr. Wb.  Sebut Saja dia Rey! Ku panggil dia Rey di dalam beberapa rangkai kalimat-kalimat yang akan datang. Sekian.  Selamat membaca tulisan-tulisan abstrak. Wassalamualaikum Wr. Wb.