Before writing this, I need up to 20 minutes taking a deep breath. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Assalamualaikum Khill… You may think why I write this letter, not to tell you directly. Honestly, I never expect to write the second letter after that bad day previously (You know what actually I mean by saying this). It hurts me. Again and again! You know, I always hate to write a letter to you, because it means there is something I couldn’t explain by verbal words. Khiil, what do you think? What do you think if unknown guy send an awkward message to you, telling you a bad side of your beloved one? Not to say, I believe totally on what he is trying to tell me. Not. I prefer to believe in you as I strongly convince that you are never betrays me anymore. But, what actually his intention to tell me that things? There is always a strong ...
Source: Google "Ku sapa lagi kamu lewat angin sambil menatap dalam purnama yang indah malam ini..." Berbincang dengan purnama, kau tau? Entah kebiasaan aneh keberapa lagi yang kumiliki itu... Tentang kekaguman-kekaguman semu.. Tentang bahagia-bahagia dibalik kata.. Bukankah hidup bukan hanya sebatas seberapa jauh kau mengatakan apa yang kau rasakan? " Ku tutup lagi mataku rapat-rapat, menarik napas, lalu tersenyum " Menatap purnama yang menyelimuti malam , bisik-bisik harapan dan hari-hari spesial. Kenapa tak kau melakukan saja hal yang sama?, barangkali kau akan bahagia (juga). "Ini tentang Purnama, Hari-hari spesial, dan kamu"
Komentar