Postingan

Kau Harusnya Seperti Hujan Saja

Semakin ku coba melupa, semakin kuingat (dengan) jelas. Rey, rupanya kau belum benar-benar hilang dikelapaku. Bahwa: lebih mudah bagiku mengerjakan soal dengan kerumitan bertingkat-tingkat daripada harus menghapusmu. Mauku: Kau harusnya seperti hujan saja. Mengendap menjadi awan- Terguyur - Menguap - lalu Hilang. Rupanya tidak semudah itu. Saya harus berusaha lebih keras lagi...

Pada Suatu Waktu yang Belum Kita Ketahui

Rey, setelah bertualang jauh sekali, kudapati diriku menyerah atasmu. Selamat bersibuk-sibuk, Sampai jumpa di lain waktu, Semoga kamu baik-baik saja.  Aku mengenalmu sudah lama sekali, lalu karena beberapa sebab dan tuntutan, kita terpisah jarak. Aku sibuk dengan urusanku, begitupun kau. Pada akhirnya kita saling melupakan. namun waktu rupanya berbaik hati. Ia mempertemukan kita lewat hal-hal yang tidak tertebak, tidak kita sengaja  sama sekali. Darinya itu kupahami, banyak hal yang telah berubah, termasuk hobbi, sikap serta caramu memandang sesuatu. saya cukup terinspirasi pada hatimu. Kau tegar sekali.  itu yang ku tau. . .  Kita bertemu sebentar, lalu berpisah dan berjanji pada suatu waktu yang belum kita ketahui...    

Perkenalan

Assalamualaikum Wr. Wb.  Sebut Saja dia Rey! Ku panggil dia Rey di dalam beberapa rangkai kalimat-kalimat yang akan datang. Sekian.  Selamat membaca tulisan-tulisan abstrak. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jangan Tutup Dirimu

Sebut saja purnama malam kemarin sebagai pertanda bangkit, pada sesak-sesak, pada pahit-pahit yang sempat tergantung di tenggorokan. Kamu siap bukan? Cahaya bulan biarkan mendamaikan, menenangkan seperti kau terlahir kembali. Sampai habis lelah-lelah, sampai percaya-percaya utuh kembali Kamu (kan) tidak pernah sendiri... Jangan Tutup Dirimu (Lagi) yah...

Kamu (Kan) harus selalu Bahagia

Sudah berapa cerita yang tercurah? Curhatan konyol tidak penting yang tetap saja kau dengari? Sudah  berapa lelah yang ku adukan (Kepadamu)? Dan kau masih saja menjadi pendengar yang paling baik. Ahh, kau sungguh baik sekali (Kepadaku) kak. Maka, di setiap waktu yang kau jalani,  Semoga damai yang kau rasakan,  Kamu (kan) harus selalu bahagia....

Lelaki yang Menunggu di persimpangan ituu....

Seseorang telah mengkhawatirkanku dengan terlalu.! Sudah menjadi kebiasaanku yang (mungkin) buruk, selalu pulang kerumah pada malam hari. Sebab, beberapa hari terakhir ini aktivitas dan agenda kegiatan menjadi sangat padat. Mulai dari rapat panitia, rapat pengurus, rapat pimpinan, hingga rapat pengambilan keputusan. Semuanya butuh diselesaikan dengan batas waktu yang telah ditentukan. Malam ini, sebelum pengumuman hasil seleksi berkas, sudah menjadi keharusan untuk mengadakan rapat pengambilan keputusan antara panitia pengarah dan pengurus (inti). Rapat yang awalnya di agendakan pukul 19.00, baru dimulai pada pukul 21.46 karena ternyata pihak panitia pengarah masih mengadakan rapat internal terkait apa yang akan kami bahas nantinya. Seperti kasus-kasus sebelumnya, tentunya saya sudah gelisa dengan malam yang semakin larut dan waktu yang terus berputar. Memikirkan rumahlah, perjalanan pulanglah, serta yang paling ku khawatirkan adalah orang tua, khususnya ba...

Lantas Aku Mengunci Perasaanku Kembali

“ Lantas aku mengunci perasaanku kembali... ” Kak, akhir-akhir ini banyak sekali hal yang mengganggu pikiranku. Belum ku tuntaskan satu perkara, datang lagi perkara lain. Ahh hidup ini memang penuh dinamika rupanya kak. Beberapa pernyataanmu ku ingat kembali. Kemarin, sepanjang hari saya mengikuti sebuah perjalanan bersama beberapa kakak keren, yang tentuya tak kau kenal satupun dari mereka. Seandainya memungkinkan, pasti akan ku kenalkan satu per satu. Tapi kurasa sudah tidak mungkin. Baiklah,  Kami berombongan menuju sebuah tempat yang airnya mengalir deras, di tengah pegunungan, dan banyak batu-batu besar disana kak. Bagiku, tempatnya lumayan indah. Dengan peralatan yang kami bawa, kami menggelar tikar dan membangun tenda di tepi air yang mengalir deras. Ala-ala piknik gituu kak. Sepanjang hari itu, saya merasa beberapa beban terasa lenyap. Oiya kak sebenarnya perjalanan kami lumayan panjang harii itu, mungkin kalo mau dituliskan semua, bisa menjadi satu seteng...