Bagaimana mungkin saya bisa melupakanmu? Melupakan senyummu yang sepertinya menyaingi bulan sabit di atas sana Bagaimana mungkin saya memalingkan muka? Sementara kedua bola mataku hanya ingin menatapmu Pernah ku bertanya pada seseorang tentang kecewa Tentang benang-benang yang menjadi kusut Tentang ruang kosong yang seakan menyempit Katanya kita hanya perlu berbesar hati ... *Terangkai dari fiksi yang melayang dikepala, dari percakapan yang dibuat-buat setelah nabrak truk *Ehh
Hey, kemarin lembaga kami tercinta Penalaran Berulang Tahun! Lalu kami berinisiatif menyanyikan sebuah lagu, jadi kami dari angkatan 16 berusaha membuat liriknya. Tadaaaa.. Ini saya rekomendasiku gang, lebih mirip puisi sih... Ku pejamkan mata, terdiam, menghadap timur Nyiur angin menusuk tulang, tertuju pada satu kata Penalaran.... Coba Tanya hatimu kawan... Tanya sekali lagi.. Tidakkah ia tertegun pada kata itu? Meresap-resap, ada bahagia terselip. Ayo Bangun kemandirian, perkecil ketergantungan Loyalis sejati tak pernah mati Bertahan dan bertuhan, Menggapai asa, bertumbuh kreatif Bersama Penalaran Ayo teriakkan.. Loyalitas tanpa batas 2x Bakar semangat tegakkan optimisme Laskar Nalar calon pemimpin sejati Mari bersama di Penalaran Berbagi tawa belajar meneliti Berbagi kisah belajar berorganisasi Bintang-bintang turut menantang ...
Ini tentang praktikum semester 2 yang kurang lebih bisa dibilang "abal-abal". Mengapa tidak? mulai dari bahan-bahan praktikum yang tidak lengkap, sarana dan prasarana, asisten yang kurang peduli serta terbawa oleh praktikan yang kurang memerhatikan praktikum. termasuk saya.. heheh. orang bilang " nggak ada niat, tapi ada kesempatan", yah its mean kami nggak berniat abal-abalan dalam membuat laporan , namun karena tak pernah juga ditegur sama asisten, yah apa boleh buat coyy... hehe sebenarnya sistem ini nggak bagus. membuat mahasiswa malas dan tidak bertanggung jawab. bahkan ada yang selalu copas kiri kanan namun tak ditegur juga oleh asisten.. hmmm, tuh kan "Nggak ada niat, tapi ada kesempatan"
Komentar