Postingan

Lelaki yang Menunggu di persimpangan ituu....

Seseorang telah mengkhawatirkanku dengan terlalu.! Sudah menjadi kebiasaanku yang (mungkin) buruk, selalu pulang kerumah pada malam hari. Sebab, beberapa hari terakhir ini aktivitas dan agenda kegiatan menjadi sangat padat. Mulai dari rapat panitia, rapat pengurus, rapat pimpinan, hingga rapat pengambilan keputusan. Semuanya butuh diselesaikan dengan batas waktu yang telah ditentukan. Malam ini, sebelum pengumuman hasil seleksi berkas, sudah menjadi keharusan untuk mengadakan rapat pengambilan keputusan antara panitia pengarah dan pengurus (inti). Rapat yang awalnya di agendakan pukul 19.00, baru dimulai pada pukul 21.46 karena ternyata pihak panitia pengarah masih mengadakan rapat internal terkait apa yang akan kami bahas nantinya. Seperti kasus-kasus sebelumnya, tentunya saya sudah gelisa dengan malam yang semakin larut dan waktu yang terus berputar. Memikirkan rumahlah, perjalanan pulanglah, serta yang paling ku khawatirkan adalah orang tua, khususnya ba...

Lantas Aku Mengunci Perasaanku Kembali

“ Lantas aku mengunci perasaanku kembali... ” Kak, akhir-akhir ini banyak sekali hal yang mengganggu pikiranku. Belum ku tuntaskan satu perkara, datang lagi perkara lain. Ahh hidup ini memang penuh dinamika rupanya kak. Beberapa pernyataanmu ku ingat kembali. Kemarin, sepanjang hari saya mengikuti sebuah perjalanan bersama beberapa kakak keren, yang tentuya tak kau kenal satupun dari mereka. Seandainya memungkinkan, pasti akan ku kenalkan satu per satu. Tapi kurasa sudah tidak mungkin. Baiklah,  Kami berombongan menuju sebuah tempat yang airnya mengalir deras, di tengah pegunungan, dan banyak batu-batu besar disana kak. Bagiku, tempatnya lumayan indah. Dengan peralatan yang kami bawa, kami menggelar tikar dan membangun tenda di tepi air yang mengalir deras. Ala-ala piknik gituu kak. Sepanjang hari itu, saya merasa beberapa beban terasa lenyap. Oiya kak sebenarnya perjalanan kami lumayan panjang harii itu, mungkin kalo mau dituliskan semua, bisa menjadi satu seteng...

Tepat Setahun

Gambar
  Source: Google “Aku masih ingat sekali, setahun  yang lalu... Saat senyum dan tawa lepas tetiba menjadi tangis yang pecah" Kamu pernah kehilangan orang yang kamu kasihii?? Seseorang yang begitu bermakna dalam kehidupanmu?      Bukan Kekasihmu...! Tapii... Tapi Dia Kakakmu” Tepat setahun lalu, saat semuanya berjalan mulus-mulus saja. Waktu dimana  tegur sapa hangat terdengar disetiap waktu. Saat senyum-senyum polos kita masih pada poros yang semestinya. Aku hanya seorang gadis kecil yang senang bercengkrama ria dengan pria yang mungkin saja berusia diatasku. Di setiap masa dan tempat, saya selalu punya sosok seorang kakak. Jika seseorang hendak menanyaiku perkara orang yang paling dekat denganku, tentunya hanya dengan melihat kecil-kecil, mereka akan tahu jawabannya. Tepat setahun lalu, persis di musim hujan yang sama. Dengan terpaan riuh angin yang sama. Juga masih dengan irama tetes hujan yang sama. Aku juga ...